Pengen ngencengin vega buat harian atau street performance? Gampang. Mulai saja dengan mengganti knalpot dengan tipikal racing. Pilihannya bisa pakai produk AHRS atau HRP. Gak haram juga pakai knalpot merek lain. Atau kalau pengen ngirit bawa saja knalpot sobat ke spesialis knalpot motor buat dibedel. Setelah upgrade knalpot, setting karbu jadi kewajiban. Buat vega cukup pilot jetnya yg diganti dari 15 ke 17,5. Performa masih kurang? Pengen top speed nambah? Ganti gir belakang vega yg mata 37 mata menjadi 35 mata. Ubahan berikut rada berat. Porting di kop silinder mesti ditata. Cukup alurnya dibikin mulus. Gak usah hingga mengkilap. Kalau ada permukaan porting yg berubah secara tiba-tiba, ya bagian itu yg mesti digasak. Oh ya, dibagian porting masuk standar vega punya kelemahan. Di bagian dekat blok mesin lubangnya tidak pas bertemu dengan ujung manifold. Bagian itu mesti digerus. Acuannya adl lubang diporting dan lubang dimanifold mesti bertemu secara mulus. Tidak ada yg lebih besar atau lebih kecil. Jika pengen terus, kompresi bisa didapatkan. Gak usah potong kop. Lebih baik papas blok silinder 0,5 mm aja. Standar vega tepi piston terhadap bibir blok silinder berjarak 0,8 mm. Melalui papas blok bentuk ruang bakar tetap standar. Nah, dengan kompresi yg lebih padat, kemampuan mesin untuk meraung pun jadi lebih tinggi. So, gerakan buka-tutup klep harus dijamin mampu mengikuti kencangnya rpm. Caranya, pegas klep mesti pilih yg lebih liat. Cukup tebus pegas klep milik jupiter Z yg di bandrol sekitar Rp. 50
ribu. Dan jangan lupa buat menyetel celah klep sebesar 0,08 mm buat klep masuk dan buang. Jika butuh yang lebih liat gunakan saja per klep standar shogun. Dengan cara sederhana ini saja mestinya top speed bisa tembus 115-120 km/jam. Kecepatan yang sudah tergolong tinggi untuk bebek kapasitas 105 cc saja.